BERBAGI UNTUK MENGERTI

Aku Bisa Karena Engkau Ada

Suka Duka Menyikat Gigi Balita/Batita Mei 8, 2008

Diarsipkan di bawah: Parenting — masteja @ 2:12 am

Pagi, siang, malam. Minimal 3 kali si kecil makan. Nasi, ikan dan buah pisang makanan kesehariannya. Sudah pasti ada yang tersangkut gigi disana-sini. Apalagi gigi susu si kecil sudah lengkap. Kalau tidak dibersihkan, sangat boleh jadi kuman-kuman akan berubah menjadi malapetaka, sakit gigi.

Tidak ayal lagi si ummi sangat menyiapkan diri supaya si kecil bisa menyikat gigi. Dibelinya sikat gigi khusus buat si kecil. Anda pernah lihat sikat gigi khusus batita? Saya pun baru tahu sejak menjadi ayah. Bahannya dari silicon yang melingkupi jadi telunjuk. Di ujungnya ada terdapat rambut-rambut silicon yang halus. Cukup halus sehingga tidak akan merusak gusi si kecil. Cara menggunakannya? Ya tinggal di pasang di jari telunjuk, kemudian tinggal kita gosokkan pada gigi si kecil.

Ternyata bukan hal gampang. Si kecil berontak. Berkali-kali mulutnya dia tutup rapat-rapat. Namun si ummi bersikeras, dia tidak ingin anaknya nanti sakit gigi. Lebih baik nangis ketika sikat gigi daripada nangis karena sakit gigi, begitu prinsip yang dipegangnya. “Bi pegangin”, katanya. Ku pegang si kecil dan mulailah si ummi menyikat gigi si kecil. Jelas, si kecil menangis. Semakin disikat, si kecil kayaknya semakin kesal, digigitnya jari si ummi. Sakit? Sok pasti dong. Silikon itu tidak cukup tebal untuk melindungi jari dari gigitan si kecil. Tapi si ummi tidak menyerah. Terus disikatnya sampai akhirnya selesai. Sesaat si kecil masih sesegukan. Tapi tidak lama kemudian, ternyata berhenti juga. Tanpa bekas, tanpa dendam. Biasa, namanya juga anak kecil.

Hari-hari berikutnya, si ummi berpikir keras mencari akal supaya ga susah lagi nyikat gigi si kecil. Ternyata betul, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Pertama, si kecil di distimulasi, “eh itu ada makanan yang nyangkut, sini ummi bersihin”. Si kecil mau membuka mulutnya lebar-lebar. Di akhir menyikat gigi si kecil, si ummi pun menghadiahinya dengan pujian luar biasa sehingga si kecil senang. Oya, satu lagi. Suatu ketika om si kecil datang sambil membawa sebuah buku cerita. Ceritanya tentang kehidupan seekor harimau cilik. Ternyata di salah satu ceritanya, sebelum harimau pergi bermain, harimau itu sikat gigi dulu. Si kecil mulai berubah pikirannya. Dan alhamdulillah, di hari-hari berikutnya dia sendiri sudah mau menyikat giginya sendiri.

[deFatih,  http://parentingislami.wordpress.com]

 

Aa, abi mau berangkat Mei 8, 2008

Diarsipkan di bawah: Parenting — masteja @ 2:09 am

“Aa abi mau berangkat”, ucapku pada si kecil yang sedang asyik bermain. Seolah teringatkan, tangannya kemudian terentang sambil berkata “yais”. Si kecil minta dipangku dulu sebelum aku pergi ke kantor. Begitulah kebiasaan kami. Setiap kali pergi, pasti si kecil minta dipangku dulu. Setelah itu “sun tangan”, kemudian “dadah assalamu’alaikum”. Dan setelah itu, si kecil biasanya pergi ke jendela melepas kepergianku.

Karena sudah terbiasa, kadang hanya dengan melihat aku memakai jaket [artinya akan pergi], tangannya sudah terentang meminta aku memangkunya. Segera kupangku untuk menunaikan keinginannya.

Eh, ternyata lain orang lain kebiasaan. Si kecil punya kebiasaan yang berbeda pada setiap orang. Kalau ketemu kakeknya, senengannya dipijit punggungnya sambil diolesi kayu putih. Sampai setiap dua hari habis satu botol kecil kayu putih. Biasanya si kecil bilang “putih… putih..” dan segera pergi ke kasur, tiduran sambil menyodorkan punggungnya. Setelah diusap dengan kayu putih, si kecil pun tertidur lelap.

Begitulah, si kecil sepertinya sudah punya kebiasaan tersendiri dengan masing-masing orang. Dan sampai sekarang saya tidak berani menyalahi kebiasaan tadi. Sepertinya saya akan merasa bersalah jika si kecil minta dipangku sebelum berangkat, tapi saya tidak melakukannya.

Ketika saya mencoba berempati padanya, walaupun hal tersebut sangat sederhana, tapi hal itu sangat bermakna baginya. Lebih bermakna dari sekedar mainan bola atau sebuah mobil remote sekalipun.

[deFatih,   http://parentingislami.wordpress.com]

 

Permainan Seru Mengasah Panca Indera Anak Mei 8, 2008

Diarsipkan di bawah: Parenting — masteja @ 2:03 am

Permainan seru mengasah Panca Indera Anak

dr. Ariani, http://parentingislami.wordpress.com

1. Buah untuk dilihat, dicium dan dicicipi
Umur : 2 tahun ke atas
Material : Buah-bahan
Cara bermain :
• Sediakan buah-buahan (misalnya apel merah, pisang, jeruk anggur).
• Perlihatkan dan perkenalkan kepada si kecil nama buah satu per satu.
• Mintalah si kecil untuk menyebutkan kembali nama-nama buah-buahan tersebut
• Setelah mengenal warna si kecil dapat anda ajak diskusi mengenai warna,rasa, tekstur dan lain-lain..

Variasi
• Menggunakan buah plastik (tentunya tidak ada kegiatan mencium dan mencicipi)
• Menggunakan aneka sayur atau daging sebagai pengganti buah-buahan
• Menutup mata dengan sapu tangan, dan minta ia menebak buah yang sedang dipegangnya, atau yang kita masukkan ke mulutnya

2. Berjalan-jalan sambil mendengar suara
Umur : 5-7 tahun
Material : Bila memungkinkan bawalah tape recorder untuk merekamsuara-suara yang Anda dan si kecil dengar selama perjalanan, alternatif lain, bawalah buku catatan.
Cara bermain :
• Ajak si kecil berjalan-jalan. Tak perlu jauh, ke taman dekat rumah juga boleh
• Anda bisa katakan pada si kecil,”Selama perjalanan kita hanya boleh mrndengar dan tidak boleh bersuara.”Atau bisa saja tidak ada aturan itu, namun anda dan si kecil bisa saja berhenti sejenak di beberapa tempat dan mendengar suara di sekitarnya.
• Pada saat berhenti,ciptakan suasana hening, sehingga banyak suara-suara itu dengan tape recorder.
• Setelah sampai di rumah, anda bisa memutar tape recorder dan melakukan diskusi tentang suara yang direkam tersebut
• Bila anda menggunakan buku catatan, diskusikan berdasarkan hasil catatan.
Variasi :
• Pergi ke tempat yang jarang didatangi si kecil, seperti pantai atau gunung. Disana si kecil bisa mendengar debur ombak atau gemerisik aliran sungai.

3. Mencium toples dengan aroma yang berbeda
Umur : 3 tahun
Material ;
8 buah toples dan 4 macam aroma yang berbeda (misalnya: kayu putih, mint, durian dan kopi)
Teteskan aroma tersebut di atas kapas. Masukkan kapas k edalam botol. Masing-masing aroma dimasukkan ke dalam dua toples yang berbeda.
Beri tanda di bawah botol untuk pasangan botol dengan aroma yang sama. Taruh botol-botol tersebut di baki.
Cara bermain :
• Dekatkan salah satu botol ke hidung anak anda. Tanyakan, “Ade, tahu, aroma apa ini?, bila si kecil tahu, lanjutkan ke botol yanglain
• Bila si kecil tidak tahu, anda harus memberitahunya lalu lanjutkan ke botol yang lain.
• Setelah itu ajak anak untuk memasangkan botol yang aromanya sama.

4. Permainan kantong misteri
Umur : 2 tahun ke atas
Material : 2 buah kantong dengan tali cord yang sama (tidak tembus pandang), 2 set benda dengan bentuk geometris berbeda (kubus, bola, prisma, dll). Masukkan benda tersebut ke dalam kantong, setiap bentuk ada dalam tiap kantong.
Cara bermain :
• Berikan satu kantong misteri pada anak, dan satunya lagi Anda pegang
• Masukkan tangan anda ke dalam kantong dan ambillah sebuah benda, contohnya kubus, keluarkan dan tunjukkan kepada buah hati anda, “lihat, bunda dapat kubus. Ade ingat, nama benda ini kubus.
• Minta anak anda untuk mengambil be nda yang bentuknya sama dari kantong tanpa membukanya(ia hanya boleh meraba).
• Bila si kecil sudah mendapatkan, puujilah dia
• Selanjutnya Anda coba dengan bentuk benda yang lain
Variasi :
Untuk permainan yang sederhana, Anda bisa lakukan dengan bentuk benda yang biasa ditemukan sehari-hari, misalnya sendok, pensil, bola kecil, dll.

Selamat bermain!

Daftar Pustaka
1. Majalah Parents Guide Vol V No 6 Maret 2007.
2. R. Oberlander, June. Slow and steady get me ready. Primamedia Pustaka. Jakarta : 2005.